Title : Baby
Blue
Main Cast : Jeon
Jungkook [BTS] | Han Yojung [OC]
Genre : Romance
Rate : General
Length : Vignette
Scriptwriter :
Fellicia Kim @fkim_author
Disclaimer :
This story is pure MINE. Don’t be a plagiator.
***
Musim gugur telah tiba. Ya,
musim yang paling
kutunggu-tunggu.
Daun-daun berwarna
kuning-keemasan perlahan jatuh menutupi permukaan jalan. Tentu saja pahon-pohon
dengan perkasa menampakkan ranting dan dahannya yang sudah ditinggal daun. Burung-burung
setia berkicau riuh menambah keharmonisan pagi ini. Kali ini benar-benar musim
gugur.
Kutopangkan tubuhku dengan
duduk di kursi taman. Sekedar mencari inspirasi baru untuk menulis novelku,
atau bahkan gambaran baru untuk lukisanku. Mungkin hanya itu.
Kuhamparkan penglihatanku ke
seluruh isi taman. Di sisi kanan, kulihat seorang anak menangis menatap ibunya sambil
menunjuk-nunjuk permen kapas. Kupastikan anak itu minta dibelikan permen kapas.
Tepat di depanku, ada
segerombolan remaja perempuan beradu argumen. Jika kudengar dengan jelas,
mereka membahas tentang beberapa musik klasik dari bebbagai negara. Entahlah,
aku tak tahu pasti.
Kuarahkan pandanganku ke
arah kiri.
Tunggu.
Lelaki itu lagi?
Ya, lelaki berambut hitam
legam yang sedang duduk di bangku taman itu.
Semua kegiatannya cukup membuatku penasaran. Apalagi ia selalu menggunakan
atasan berwarna baby blue.
Entah mengapa, aku selalu
memikirkan penampilan seseorang dengan detail. Contoh saja lelaki itu. Sudah
sebelas kali aku melihatnya, dia selalu memakai baju berwarna baby blue.
Apakah semua lelaki
sefanatik itu tentang warna?
Memang kuakui, aku suka
warna baby blue. Tapi—mungkin—tak
sefanatik lelaki itu. Dan setelah kupikir-pikir, aku hanya memiliki sebuah baju
berwarna baby blue. Sebuah, bukan banyak.
Itu yang membuatku heran.
Tapi, hal
itu yang membuatku suka
padanya.
Wajahnya yang dingin.
Matanya yang berwarna cokelat pekat. Rambut hitamnya. Hidungnya. Postur tubuhnya yang bagus. Tatapan
matanya yang dalam. Semuanya aku kagumi. Benar-benar sempurna!
Dan satu pertanyaan melintas
di benakku.
Siapakah gadis beruntung
yang akan memilikinya?
Apa itu...
FOKUS!
Yojung, kau harus fokus!
Kupejamkan mataku dan
kutarik nafasku dalam-dalam. Kuarahkan pandanganku ke arah lain.
Dan tidak bisa.
DEG!
Dengan berani, kutatap lagi
wajahnya.
Jika tatapan kalian bertemu,
mati kau, Han Yojung!
Arrgghhh! Pikiranku sudah
tak jernih lagi.
Kutarik buku gambar dan
sebatang pensil dari tasku kulit putihku. Dan mulai melukis wajahnya. Sesaat kutatap kembali
bangku taman yang didudukinya.
Lelaki itu tak ada!
Kemana perginya?
Kuarahkan pandanganku
keseluruh penjuru taman. Nihil.
Aku pun kembali duduk.
Mencoba menjernihkan pikiranku.
Namun, tangan seseorang
berhasil mengambil buku gambarku dari arah belakang. Ouchh! What the hell?
Kenapa ada orang yang berani
mengusiliku saat ini?
Dengan malas, kuarahkan
pandanganku ke arah si pencuri buku gambarku. Dan...
Dia lelaki itu? Lelaki yang
suka memakai baju berwarna baby blue?
Astaga!
Langsung kutarik paksa buku
itu.
“A-a-apa! Apa yang kau
lakukan, huh?” tanyaku pelan.
“Jadi, selama ini kau
menjadi penguntitku?” tanya lelaki itu mengabaikan
pertanyaanku barusan. Jelas terpampang seulas senyuman pada bibirnya ketika
mengamati gambarku.
“Ti-ti-tidak... aku...”
“Apa kau menyukaiku?” ia
bertanya, lalu maju satu langkah mendekatiku. Senyumannya tak pernah hilang.
“A-a-apa maksudmu,” ujarku
gelagapan. Aku melihat tag nama pada dada kanannya, “Apa maksudmu, Jeon
Jungkook-sshi?” Ini adalah konsekuensi
yang mau-tidak-mau harus kuterima.
Jungkook terus mendekat
kearahku dan berujar, “Kutanya, apa kau menyukaiku, Han Yojung-sshi?”
Dan, bagaimana ia bisa tahu namaku?
Jungkook berhenti, ia tidak
mendekatiku lagi. “Kau tahu?” Jungkook serius, “Aku sebenarnya sudah muak
memakai baju berwarna baby blue.” Aku terdiam mendengarnya. “Kau tahu kenapa?”
Aku menggeleng. Dan sedikit
ketakutan.
“Aku adalah tipe lelaki yang
berusaha menyukai apapun yang disukai oleh gadis yang kusukai.” Ujar Jungkook
sambil menatap mataku tajam.
“Hm?”
“Dan bodohnya aku, aku
menyukai gadis yang menyukai warna baby blue. Warna yang akhir-akhir ini aku
benci. Dia benar-benar gadis yang aneh.” Jungkook sedikit menunduk,
menyejajarkan tingginya dengan tinggiku. “Aku sering bertanya mengapa aku suka
padanya.”
DEG!
“La-la-lalu?” tanyaku serak.
“Ternyata kau tertarik
juga.” Ujarnya sambil membelai puncak kepalaku. “Gadis itu sudah kukagumi sejak
aku masih kecil. Waktu itu, dia menangis karena ibunya membelikannya ikat
rambut berwarna merah muda. Sedangkan ia menginginkan ikat rambut berwarna baby blue.” Jungkook menatap sekitar,
dan kembali berujar. “Dia adalah gadis yang galak, sok pintar, nakal, tapi sangat
manis dan cantik. ”
DEG!
Apa itu aku?
***
“Andwaeyo, eomma!” tangis
Yojung kecil. “Aku tidak ingin warna merah muda, tapi baby blue!” lanjutnya.
“Perempuan itu feminim,
mereka suka merah muda, Yujong-ah!”
balas ibunya.
“Tapi, aku tetap ingin baby blue. Semua temanku memiliki ikat
rambut berwarna baby blue! Sedangkan semua
ikat rambutku berwarna merah muda!” pekik Yujong kecil. Yujong kecilpun berlari
ke taman, dan duduk di bangku taman.
Beberapa saat kemudian, anak
laki-laki manis pun datang kearahnya, ia memberikan sebuah ikat rambut cantik
berwarna baby blue. Yojung kecil pun terdiam dalam tangisnya. Senyumannnya
seketika mengembang. Begitupula dengan anak laki-laki itu.
“Apa ini untukku?” tanya
Yojung kecil. Anak laki-laki itu menggangguk mantap.
“Aku minta ibuku
membelikannya, karena kulihat kau menginginkan ikat rambut warna ini.” ujar
anak laki-laki itu.
“Gomawoyo.” Yojung kembali riang. “Oh ya, namaku Yojung, Han
Yojung.” Ujar Yojung sambil memberikan tangan kanannya, meminta dijabat.
“Cheonmaneyo, Yojung-ie!
Namaku Jungkook. Jeon Jungkook.” Kata anak laki-laki bernama Jungkook itu.
Jungkook, Jeon Jungkook.
***
Apa dia...
Mana mungkin?
Kutarik nafasku dalam-dalam,
lalu kehempaskan dengan kasar.
“Maaf, Jeon, aku ada urusan!” ujarku sambil berlalu
pergi.Tapi sialnya, Jungkook mernarik tanganku. “Ada apa?”
“Kau masih tak mengingatku?
Bahkan setelah melihat namaku?” ujarnya penuh harap.
DEG!
“Ya.” Balasku singkat dengan
raut wajah datar.
“Aku tak percaya.” Ujarnya.
“Ya silakan sa—“
Chups.
Ia berhasil membungkamkan
mulutku dengan kecupan singkatnya.
OH GOD!
“Aku tahu kau belum siap. Aku
juga tahu kau sekarang gugup, begitu pula dengan aku saat ini.” Ujarnya masih
dengan penuh harap, dengan mempersilakan aku melihat senyuman manisnya itu.
Aku terdiam.
“Tapi, maukah kau menjadi pa...
Ah.. bukan... bukan—“ Jungkook menarik nafasnya dalam-dalam. “Maksudku, ya
karena kau menyukai warna baby blue...
Bolehkah aku menjadi baby blue-mu? Warna
kesukaanmu? Warna yang akan terus mendampingimu? Warna yang
terus mewarnai hari-harimu.”
“Hm?” Aku mundur satu langkah.
“Jangan
mundur, aku tak akan memakanmu.” Ujarnya sambil terkekeh kecil. “Jadi, would
you be my girlfriend, Yojung-ie?”
ujarnya sambil menunduk, dan meraih tanganku.
“Ne?”
Sialnya, aku terlalu gugup!
“Kuharap
itu jawaban dari ‘iya’. Dan sekarang kau resmi menjadi pacarku.” Ujarnya sambil
tertawa kecil. Dengan lekas, ia menggenggam tanganku dan menarikku ke arah
jalanan.
“Ta-tapi...
aku me—“
Chups.
“Tenanglah,
aku tahu kau juga menyukaiku. Dan sekarang aku mendapatkanmu.” Ujarnya tenang.
DEG!
- FIN -

No comments:
Post a Comment