Tuesday, 16 June 2015

Baby Blue




Title : Baby Blue
Main Cast : Jeon Jungkook [BTS] | Han Yojung [OC]
Genre : Romance
Rate : General
Length : Vignette
Scriptwriter : Fellicia Kim @fkim_author

Disclaimer : This story is pure MINE. Don’t be a plagiator.

***

Musim gugur telah tiba. Ya, musim yang paling kutunggu-tunggu.

Daun-daun berwarna kuning-keemasan perlahan jatuh menutupi permukaan jalan. Tentu saja pahon-pohon dengan perkasa menampakkan ranting dan dahannya yang sudah ditinggal daun. Burung-burung setia berkicau riuh menambah keharmonisan pagi ini. Kali ini benar-benar musim gugur.

Kutopangkan tubuhku dengan duduk di kursi taman. Sekedar mencari inspirasi baru untuk menulis novelku, atau bahkan gambaran baru untuk lukisanku. Mungkin hanya itu.

Kuhamparkan penglihatanku ke seluruh isi taman. Di sisi kanan, kulihat seorang anak menangis menatap ibunya sambil menunjuk-nunjuk permen kapas. Kupastikan anak itu minta dibelikan permen kapas.

Tepat di depanku, ada segerombolan remaja perempuan beradu argumen. Jika kudengar dengan jelas, mereka membahas tentang beberapa musik klasik dari bebbagai negara. Entahlah, aku tak tahu pasti.

Kuarahkan pandanganku ke arah kiri.

Tunggu.

Lelaki itu lagi?

Ya, lelaki berambut hitam legam yang sedang duduk di bangku taman itu. Semua kegiatannya cukup membuatku penasaran. Apalagi ia selalu menggunakan atasan berwarna baby blue.

Entah mengapa, aku selalu memikirkan penampilan seseorang dengan detail. Contoh saja lelaki itu. Sudah sebelas kali aku melihatnya, dia selalu memakai baju berwarna baby blue.

Apakah semua lelaki sefanatik itu tentang warna?

Memang kuakui, aku suka warna baby blue. Tapi—mungkin—tak sefanatik lelaki itu. Dan setelah kupikir-pikir, aku hanya memiliki sebuah baju berwarna baby blue. Sebuah, bukan banyak. Itu yang membuatku heran.

Tapi, hal itu yang membuatku suka padanya.

Wajahnya yang dingin. Matanya yang berwarna cokelat pekat. Rambut hitamnya. Hidungnya. Postur tubuhnya yang bagus. Tatapan matanya yang dalam. Semuanya aku kagumi. Benar-benar sempurna!

Dan satu pertanyaan melintas di benakku.

Siapakah gadis beruntung yang akan memilikinya?

Apa itu...

FOKUS!

Yojung, kau harus fokus!

Kupejamkan mataku dan kutarik nafasku dalam-dalam. Kuarahkan pandanganku ke arah lain.

Dan tidak bisa.

DEG!

Dengan berani, kutatap lagi wajahnya.

Jika tatapan kalian bertemu, mati kau, Han Yojung!

Arrgghhh! Pikiranku sudah tak jernih lagi.

Kutarik buku gambar dan sebatang pensil dari tasku kulit putihku. Dan mulai melukis wajahnya. Sesaat kutatap kembali bangku taman yang didudukinya.

Lelaki itu tak ada!

Kemana perginya?

Kuarahkan pandanganku keseluruh penjuru taman. Nihil.

Aku pun kembali duduk. Mencoba menjernihkan pikiranku.

Namun, tangan seseorang berhasil mengambil buku gambarku dari arah belakang. Ouchh! What the hell?

Kenapa ada orang yang berani mengusiliku saat ini?

Dengan malas, kuarahkan pandanganku ke arah si pencuri buku gambarku. Dan...

Dia lelaki itu? Lelaki yang suka memakai baju berwarna baby blue? Astaga!

Langsung kutarik paksa buku itu.

“A-a-apa! Apa yang kau lakukan, huh?” tanyaku pelan.

“Jadi, selama ini kau menjadi penguntitku?” tanya lelaki itu mengabaikan pertanyaanku barusan. Jelas terpampang seulas senyuman pada bibirnya ketika mengamati gambarku.

“Ti-ti-tidak... aku...”

“Apa kau menyukaiku?” ia bertanya, lalu maju satu langkah mendekatiku. Senyumannya tak pernah hilang.

“A-a-apa maksudmu,” ujarku gelagapan. Aku melihat tag nama pada dada kanannya, “Apa maksudmu, Jeon Jungkook-sshi?” Ini adalah konsekuensi yang mau-tidak-mau harus kuterima.

Jungkook terus mendekat kearahku dan berujar, “Kutanya, apa kau menyukaiku, Han Yojung-sshi?”

Dan, bagaimana ia bisa tahu namaku?

Jungkook berhenti, ia tidak mendekatiku lagi. “Kau tahu?” Jungkook serius, “Aku sebenarnya sudah muak memakai baju berwarna baby blue.” Aku terdiam mendengarnya. “Kau tahu kenapa?”

Aku menggeleng. Dan sedikit ketakutan.

“Aku adalah tipe lelaki yang berusaha menyukai apapun yang disukai oleh gadis yang kusukai.” Ujar Jungkook sambil menatap mataku tajam.

“Hm?”

“Dan bodohnya aku, aku menyukai gadis yang menyukai warna baby blue. Warna yang akhir-akhir ini aku benci. Dia benar-benar gadis yang aneh.” Jungkook sedikit menunduk, menyejajarkan tingginya dengan tinggiku. “Aku sering bertanya mengapa aku suka padanya.”

DEG!

“La-la-lalu?” tanyaku serak.

“Ternyata kau tertarik juga.” Ujarnya sambil membelai puncak kepalaku. “Gadis itu sudah kukagumi sejak aku masih kecil. Waktu itu, dia menangis karena ibunya membelikannya ikat rambut berwarna merah muda. Sedangkan ia menginginkan ikat rambut berwarna baby blue.” Jungkook menatap sekitar, dan kembali berujar. “Dia adalah gadis yang galak, sok pintar, nakal, tapi sangat manis dan cantik. ”

DEG!

Apa itu aku?

***

“Andwaeyo, eomma!” tangis Yojung kecil. “Aku tidak ingin warna merah muda, tapi baby blue!” lanjutnya.

“Perempuan itu feminim, mereka suka merah muda, Yujong-ah!” balas ibunya.

“Tapi, aku tetap ingin baby blue. Semua temanku memiliki ikat rambut berwarna baby blue! Sedangkan semua ikat rambutku berwarna merah muda!” pekik Yujong kecil. Yujong kecilpun berlari ke taman, dan duduk di bangku taman.

Beberapa saat kemudian, anak laki-laki manis pun datang kearahnya, ia memberikan sebuah ikat rambut cantik berwarna baby blue. Yojung kecil pun terdiam dalam tangisnya. Senyumannnya seketika mengembang. Begitupula dengan anak laki-laki itu.

“Apa ini untukku?” tanya Yojung kecil. Anak laki-laki itu menggangguk mantap.

“Aku minta ibuku membelikannya, karena kulihat kau menginginkan ikat rambut warna ini.” ujar anak laki-laki itu.

“Gomawoyo.” Yojung kembali riang. “Oh ya, namaku Yojung, Han Yojung.” Ujar Yojung sambil memberikan tangan kanannya, meminta dijabat.

“Cheonmaneyo, Yojung-ie! Namaku Jungkook. Jeon Jungkook.” Kata anak laki-laki bernama Jungkook itu. Jungkook, Jeon Jungkook.

***

Apa dia...

Mana mungkin?

Kutarik nafasku dalam-dalam, lalu kehempaskan dengan kasar.

“Maaf, Jeon, aku ada urusan!” ujarku sambil berlalu pergi.Tapi sialnya, Jungkook mernarik tanganku. “Ada apa?”

“Kau masih tak mengingatku? Bahkan setelah melihat namaku?” ujarnya penuh harap.

DEG!

“Ya.” Balasku singkat dengan raut wajah datar.

“Aku tak percaya.” Ujarnya.

“Ya silakan sa—“

Chups.

Ia berhasil membungkamkan mulutku dengan kecupan singkatnya.

OH GOD!

“Aku tahu kau belum siap. Aku juga tahu kau sekarang gugup, begitu pula dengan aku saat ini.” Ujarnya masih dengan penuh harap, dengan mempersilakan aku melihat senyuman manisnya itu.

Aku terdiam.

“Tapi, maukah kau menjadi pa... Ah.. bukan... bukan—“ Jungkook menarik nafasnya dalam-dalam. “Maksudku, ya karena kau menyukai warna baby blue... Bolehkah aku menjadi baby blue-mu? Warna kesukaanmu? Warna yang akan terus mendampingimu? Warna yang terus mewarnai hari-harimu.”

“Hm?” Aku mundur satu langkah.

“Jangan mundur, aku tak akan memakanmu.” Ujarnya sambil terkekeh kecil. “Jadi, would you be my girlfriend, Yojung-ie?” ujarnya sambil menunduk, dan meraih tanganku.

“Ne?” Sialnya, aku terlalu gugup!

“Kuharap itu jawaban dari ‘iya’. Dan sekarang kau resmi menjadi pacarku.” Ujarnya sambil tertawa kecil. Dengan lekas, ia menggenggam tanganku dan menarikku ke arah jalanan.

“Ta-tapi... aku me—“

Chups.

“Tenanglah, aku tahu kau juga menyukaiku. Dan sekarang aku mendapatkanmu.” Ujarnya tenang.

DEG!

- FIN -


No comments:

Post a Comment